METODE PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING

 


Dengan adanya perkembangan teknologi yang saat ini sangat berkembang pesat, membuat bidang lain seperti komunikasi dan informatika juga ikut berkembang pesat. Dengan berkembangnya ketiga bidang tersebut, semakin banyak pula bidang lainnya yang juga ikut berkembang. Pendidikan merupakan salah satu bidang yang ikut berkembang dalam masa saat ini. Salah satu aspek yang menunjukkan bahwa bidang pendidikan di Indonesia berkembang adalah ditunjukkan dengan adanya sistem pendidikan baru yang saat ini bermunculan. Pada zaman sekarang, peran guru di sekolah dapat dibantu oleh dengan adanya teknologi. Teknologi yang ada dapat membantu guru dalam menyusun suatu sistem pembelajaran yang nantinya akan diterapkan di dalam kelas. Pada saat ini, bukan hanya guru saja yang dituntut aktif dalam memberikan pembelajaran di kelas, namun siswa juga dituntut berperan aktif di dalam pembelajaran di kelas. Dengan adanya teknologi yang berkembang, siswa dapat mencari bahan pembelajaran yang telah atau yang belum diajarkan oleh gurunya. Maka dari itu, pada zaman sekarang peran guru tidak terlalu berat lagi karena telah dibantu oleh teknologi yang telah ada sekarang. Di tengah perkembangan saat ini, pembelajaran dengan metode e-learning sedang menjadi tren baru dalam dunia pendidikan di seluruh dunia khususnya di Indonesia. Wabah virus Covid-19 menjadi faktor penyebab terciptanya berbagai metode e-learning diterapkan di seluruh dunia terutama di Indonesia. Dengan adanya wabah tersebut, merubah keseluruhan dari sistem pembelajaran yang ada. Dengan berkembangnya wabah ini, mewajibkan seluruh pelajar dan guru untuk melakukan kegiatan pembelajaran di rumah melalui daring dengan dibantu oleh beberapa alat pendukung yang berupa aplikasi guna mendukung keberlangsungan kegiatan pembelajaran berlangsung.

Salah satu metode e-learning yang saat ini berkembang dan sedang diterapkan pada sistem pendidikan di Indonesia adalah metode pembelajaran Blended Learning. Hal ini dapat terjadi karena semakin canggihnya teknologi yang ada yang berimbas juga pada metode pembelajaran yang ada di sekolah. Blended Learning jika diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia berarti pembelajaran secara campuran atau gabungan. Blended Learning juga memiliki arti yaitu gabungan dari berbagai macam metode pembelajaran yang digabung menjadi satu metode pembelajaran. Dengan menggunakan metode blended learning, pembelajaran akan menjadi efektif dan dapat dilakukan dalam dua arah daripada hanya guru yang dituntut untuk menjelaskan materi saja, tetapi murid juga harus dituntut untuk dapat berperan aktif pada saat pembelajaran berlangsung. Blended Learning merupakan gabungan dari pembelajaran tatap muka dan secara virtual yang artinya, ada sebagian murid yang mengikuti pembelajaran di kelas atau secara offline dan ada juga sebagian murid yang mengikuti pembelajaran secara virtual dengan menggunakan aplikasi meeting online. Metode ini merupakan sebuah kemudahan dalam hal pembelajaran yang di dalamnya menggabungkan berbagai macam cara penyampaian materi oleh guru, model pembelajaran dari guru kepada muridnya, dan gaya dari pembelajaran.

Metode pembelajaran blended learning memiliki cukup banyak manfaat bagi murid dan siswa, antara lain:

1.  Kegiatan belajar mengajar (KBM) menjadi lebih fleksibel. Karena metode pembelajaran ini menerapkan sistem pembelajaran kombinasi atau gabungan antara daring dan tatap muka. Siswa yang mengikuti pembelajaran via online, dapat menggunakan aplikasi meeting online yang telah tersedia. Hal tersebut dapat menyebabkan siswa mendapatkan materi dari guru dan belajar materi tersebut secara fleksibel dan tidak tergantung oleh waktu dan tempat. Berbeda dengan sistem pembelajaran dahulu yang mewajibkan siswa untuk datang ke sekolah. Dan metode ini memungkinkan untuk siswa dapat belajar dengan batas kemampuannya sendiri. Metode ini juga menjadi salah satu langkah pencegahan virus Covid-19 yang pada saat ini sedang naik-naiknya.

2.    Efektif dalam meningkatkan hasil belajar dari siswa. Setiap siswa pastinya memiliki kemampuan yang berbeda dalam menyerap materi yang telah diberikan oleh guru. Maka dari itu, metode ini sekiranya tepat untuk diterapkan dalam sistem pembelajaran karena metode ini merupakan gabungan dari berbagai macam metode pembelajaran yang telah ada.

3.   Meskipun memiliki dua manfaat yang telah saya tuliskan diatas yaitu berupa efisien dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar dari siswa, metode pembelajaran ini juga harus dapat mengadakan kegiatan belajar mengajar secara face to face atau secara tatap muka. Hal tersebut dilakukan agar siswa tetap dapat menjalin hubungan interaksi sosial dengan teman satu kelasnya atau dengan gurunya. Interaksi sosial juga penting bagi siswa karena dapat membentuk suatu ikatan sosial diantara satu siswa dengan siswa lainnya yang juga dapat membantu dalam proses belajar mengajar.

4.      Metode pembelajaran ini juga dapat meningkatkan partisipasi dari para siswa dalam proses kegiatan belajar mengajar. Pada sistem pembelajaran yang lama, para guru hanya memberi materi saja tanpa mengawasi setiap siswa tersebut bahwa apakah dia aktif atau cenderung pasif dalam menerima materi yang diberikan oleh guru. Hal tersebut menyebabkan siswa malas untuk mencari tahu lebih detail dari materi yang telah diberikan. Maka dari itu, metode pembelajaran blended learning, menuntut para siswa untuk berperan aktif dalam proses kegiatan belajar mengajar berlangsung. Para siswa dapat mengakses materi dan aktivitasn pembelajarannya masing-masing.

Contoh penerapan dari metode pembelajaran ini adalah dengan menggunakan dua pendekatan sekaligus. Yang berarti para siswa menggunakan dua metode sistem belajar, yaitu secara daring menggunakan aplikasi video conference dan face to face atau tatap muka secara langsung. Pada metode pembelajaran ini, siswa diminta untuk memahami materi yang akan diberikan oleh gurunya terlebih dahulu sebelum guru tersebut menjelaskan kepada semua murid. Materi yang disampaikan dapat berupa video pembelajaran atau modul yang diberikan oleh gurunya sebelum kelas dimulai. Jadi, pada saat kelas berlangsung, guru hanya memperjelas beberapa point penting dari materi yang telah dipahami dan dibaca oleh murid terlebih dahulu sebelum kelas dimulai. Setelah guru telah menjelaskan dan memperjelas materi yang telah disampaikan, guru dapat beinteraksi dengan muridnya baik melalui video conference via Google Meet maupun Zoom dengan yang tatap muka. Siswa berinteraksi dengan guru dapat dengan cara bertanya kepada gurunya tentang materi yang belum jelas setelah itu guru akan menjelaskan kembali materi yang belum dipahami oleh murid tersebut. Kagiatan ini bertujuan untuk membentuk interaksi sosial antara sesama murid dan juga antara guru dengan muridnya. Siswa yang belum mendapatkan giliran untuk mendatangi kelas secara tatap muka, dapat melihat rekaman video recording yang telah direkam oleh gurunya tersebut yang ditujukan untuk siswa yang mengikuti pembelajaran secara daring. Tujuan dari perekaman seluruh kegiatan belajara mengajar tersebut adalah agar siswa yang mengikuti kelas secara daring dapat melihat kembali isi materi yang telah dibahas di kelas agar tidak tertinggal dengan teman yang lainnya.

Design dari metode pembelajaran blended learning yang natiinya dapat diterapkan oleh guru didalam kelas antara lain:

1. Pembelajaran dapat dimulai dengan tatap muka secara langsung (face to face) antara guru dan murid, atau juga dapat dengan melalui pembelajaran secara daring atau online. Dapat juga dibentuk dua kelas yang nantinya per satu kelas berisi setengah dari jumlah murid yang ada di satu kelas tersebut yang nantinya ada satu kelas yang akan mengikuti pembelajaran secara tatap muka dan satu kelas lainnya mengikuti pembelajaran secara daring atau online dari rumah.

2. Pada metode pembelajaran ini, guru dapat memerintah muridnya untuk memahami secara detail dan lebih dalam dari materi yang telah disampaikan oleh gurunya melalui berbagai sumber yang telah tersedia. Guru juga harus dapat memonitor setiap muridnya dalam berselancar di internet untuk mencari pembahasan materi tersebut. Dalam hal ini kemampuan literasi dari setiap siswa dibutuhkan untuk mencari dan membaca pembahasan materi.

3. Setelah diperintahkan untuk mencari dan membaca dari berbagai sumber tentang materi yang telah dibahas guna dapat memahami lebih dalam lagi tentang materi tersebut, siswa diminta untuk menyimpulkan atau menarik kesimpulan tentang materi yang telah dipelajari. Para siswa juga tetap diperbolehkan untuk bertanya kepada gurunya jika masih ada pembahasan pada materi yang masih belum jelas. Upaya ini dilakukan untuk memberi gambaran atau tolak ukur kepada guru dalam seberapa tingkat pemahaman siswa tentang materi yang telah dipelajari. Jika dirasa masih belum cukup paham, guru dapat memberi pembahasan tambahan sampai para siswa paham akan materi yang dibahas.

Metode pembelajaran ini cocok untuk diterapkan dalam setiap jenjang pendidikan, mulai dari SD hingga perkuliahan. Metode pembelajaran ini dapat tercipta karena adanya faktor perkembangan teknologi khususnya pada bidang pendidikan. Pada saat ini banyak bermunculan aplikasi yang dapat membantu kinerja para guru dalam melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan para muridnya. Dengan adanya hal ini, juga harus mewajibkan para siswa dan guru untuk melek teknologi agar tidak kebingungan pada saat kegiatan pembelajaran ini berlangsung, karena metode pembelajaran ini juga bergantung kepada teknologi yang telah ada pada saat ini.

 

Penulis: Muhammad Fikri Febrian - 06020521050 - PBI (B)

 

Sumber:

1. Marlina, Emas. 2020. Pengebangan Model Pembelajaran Blended Learning Berbantuan Aplikasi SEVIMA EDLINK. Jurnal Padegogik, Volume 3 issue 2.

2. https://www.google.com/amp/s/penerbitdeepublish.com/blended-learning/amp/

3. Blended Learning: Apa dan Mengapa? | EF Blog

 

 

 

 

 

 


Komentar